Review & Resensi Buku : Apa Itu Homeschooling ?

tak bersekolah bukan berarti tak belajar

Apakah gagasan utama dalam homeschooling? Mengapa kita harus menentukan pendidikan anak-anak kita sendiri? Apakah proses pendidikan formal saat ini adalah suatu keniscayaan? Bisakah kita menggunakan jalan yang berbeda dari sekolah untuk meraih tujuan pendidikan yang kita harapkan?

Ini adalah pertanyaan pertama yang dilayangkan kepada para pembaca buku “Apa itu Homeschooling” karya Mas Aar & Mba Lala (Rumah Inspirasi) yang perlu diketahui agar kita tidak terjebak dengan bentuk homeschooling  yang ‘memindahkan’ sekolah ke rumah.

“kami berangkat dari titik yang berbeda, tetapi ternyata menghasilkan keputusan yang sama. Saya menginginkan pendidikan berkualitas, sementara Lala, istri saya, menginginkan pendidikan yang menyenangkan. Saya peduli dengan kustomisasi pendidikan, Lala peduli dengan kesempatan bermain dan sosialisasi yang luas. “

karena sekolah adalah pendidikan, namun pendidikan bukan hanya sekolah

Buku ini memaparkan bagaimana proses homeschooling dimulai, fondasi apa yang penting dimiliki oleh keluarga, metode & materi utama apa saja yang bisa digunakan, bagaimana mempersiapkan orangtua & anak, serta bentuk evaluasi yg bisa dilakukan dalam prosesnya.

Homeschooling adalah sebuah model pendidikan di mana orangtua memilih bertanggung jawab sendiri dalam penyelenggaraan pendidikan anak-anaknya

Juga memberi pemahaman pada masyarakat awam bahwa homeschooling bukan berarti memanggil guru privat, bimbingan belajar, atau semisalnya. Dalam homeschooling guru bisa berarti siapa saja, tak sebatas hanya orangtua. Peran alami dan kemampuan orangtua justru dihargai dan dapat ditingkatkan kapasitasnya, bukan dikerdilkan.

Cinta, perhatian, kerja keras, keinginan berhasil yang dimiliki orangtua adalah energi besar yang sangat berperan penting bagi pendidikan anak.

Begitupun untuk anak, berkat Customized education dalam homeschooling, keragaman anak dihargai, difasilitasi, dan dikembangkan sehingga menjadi kekuatan dan keunikan diri mereka sendiri.  Anak tidak dituntut untuk seragam dan serupa. Adanya fleksibelitas biaya pendidikan, juga menjadi salah satu benefit dari homeschooling ini. Karena pendidikan berkualitas adalah hak semua orang, baik bagi yang memiliki dana berlebih maupun tidak.  Pendidikan melalui proses homeschooling sejatinya akan sejalan dengan visi misi orangtua, nilai/landasan penting dalam keluarga, yang selanjutnya akan menjadi keunikan tersendiri yang belum tentu nilai keunikannya akan ada di keluarga lainnya.

Buku ini pun membahas mengenai tantangan yang ada didalam proses perjalanan homeschooling. Jika anak bersekolah, maka komitmen utama orangtua berkaitan dengan penyediaan dana pendidikan, maka tahap awal yang menjadi dasar pijakan bagi orangtua untuk memantapkan langkah menuju homeschooling adalah mengenai bagaimana  komitmen kedua orangtua dan kesediaan  belajar serta bekerjakeras dalam proses ini.

Pada akhirnya, hadirnya karya ini turut membantu para orang tua untuk merefleksikan esensi-esensi pendidikan dan mengkonstruksi pemikiran mengenai apa yang menurut kita penting dalam sebuah pendidikan. Apa sejatinya pendidikan itu sendiri serta nilai-nilai apa yang ingin kita capai / anak-anak kita miliki. Ditulis dengan hati dengan bahasa yang mudah dipahami sebagai sharing atas perjalanan homeschooling belasan tahun membersamai putra dan putri keluarga Mas Aar & Mba Lala.

Buku ini menjadi rekomendasi bagi para orangtua yang tertarik dan ingin tahu apa itu homeschooling, yang masih memantapkan langkah, pemula dalam homeschooling, juga bagi masyarakat umum, maupun pendidik dan pemerhati pendidikan.

Fun Thinkers, cara asyik belajar ! Start usia berapa?

Fun Thinkers review by Bunda Kiya Razka

“Bunda, Kiya mau main P(F)un T(h)inkel(r) nya!” ujarnya di pagi hari selepas sarapan dan mandi.

Fun Thinkers (FT) ini merupakan salah satu media edukasi pertama yang Bunda berikan padanya ketika berusia 2 tahun. Wah, gak salah itu usianya 2 tahun? Xixi, yup betul karena Bunda pada waktu itu tertarik dengan konsep permainannya yang secara khusus merangsang psikologi otak kiri dan otak kanan anak. Adanya keping yang dicocokkann pada papan khusus melalui konsep matchframe pada FT inipun dapat mengasah keterampilan motorik anak. Format media edukasi Fun Thinkers ini bukan buku bacaan namun mengajak anak bermain dan sekaligus belajar (tanpa disadari), desain ilustrasi tiap lembarnya colorful, serta materi telah tersusun sesuai tahap perkembangan otak anak (berlevel). Menarik banget kan!

FB_IMG_1512740305898

What is FUNTHINKERS? And why kids love it soooo much?

It’s an interactive learning tool designed to tickle your child’s developing curiosity. A great start up set to stimulate their brain power and foster their intellectual development. The set is loaded with lessons learned in an exciting, effective format!

Kids love using the game-like Match Frame with Fun Thinkers books. The self-checking designs lets children see immediately how much they know. Easy to follow directions and examples help kids learn on their own by “Self-Checking”. Each lesson has a “More to Do” suggestion that extends and reinforces the learning.

#hlwteam

Penerbit Grolier fokus dalam menstimulasi kecerdasan majemuk (multiple intelegency). Tak heran, produk FunThinkers adalah salah satu produk bestseller Grolier yang melengkapi media pendidikan anak di rumah melalui Basic Development Program (BDP) selain seri bahasa (Talking English) & seri ensiklopedia (Aku Ingin Tahu Mengapa). Fun Thinkers dibuat dan diperuntukan sebagai media stimulasi anak usia dini dengan slogan “unique hands-on activities motivate children to learn“ sehingga dapat meningkatkan kecepatan dan ketajaman otak anak.

Seperti yang kita tahu berdasarkan hasil penelitian, bahwa pada otak anak dengan usia golden age sedang terjadi sambungan sinaps secara masif. Yang mana, otak anak justru akan kaya dengan koneksi jika dirangsang melalui aktivitas, sedang jika tidak, maka cabang2 sinaps itu akan gugur/mati. Ini saat yang tepat untuk menstimulasi dengan berbagai aktivitas serta ekplorasi pada area sensori maupun area kognitifnya.

Manfaat bermain dengan Fun Thinkers :

1. Mengenalkan matematika dasar seperti pengenalan angka, penambahan, pengurangan, pembagian.

2. Mengenalkan bahasa kedua sejak dini dengan konsep yang benar (bukan belajar bahasa Inggris secara akademis).

3. Melatih daya berfikir yang logika, cepat-tepat, kreativitas dengan permainan yang pasti disukai oleh anak.

4. Melatih koordinasi motorik

5. Melatih rentang fokus/konsentrasi anak

6. Melatih anak dalam menyelesaikan masalah secara tuntas (problem solving)

7. Menambah rasa percaya diri anak

Selain dimainkan, Fun Thinkers ini juga membantu Bunda Kiya Razka mendapatkan ide-ide kegiatan bersama anak (fitur more to do). Setiap 1 lembar worksheet memiliki 2 aktivitas yang bisa dilakukan yaitu mengerjakan worksheet utama dan melakukan kegiatan pendalaman pemahaman dan mengikat pengalaman via fitur more to do. Ditambah dengan adanya fitur self-checking, Kiya yang sudah 2 thn menggunakan FT ini (2017-usia Kiya 4 thn) pun percaya diri untuk mengerjakannya dan mengoreksi jawabannya secara mandiri.

FB_IMG_1512740286131

Video Kiya (4thn) sedang bermain FT bisa dilihat di post daily phoblog kami ini [IG].

FB_IMG_1512720254012

Cara bermain Funthinkers :

  1. Buka buku dan pilih halaman yang ingin dimainkan.
  2. Buka kotak Match-Frame dan tempatkan di atas halaman. Pastikan menempatkanya tepat dengan kotak-kotak soalnya.
  3. Pasang keping 1-16 secara berurutan di bagian kiri Match-Frame.
  4. Baca petunjuk yang ada di bagian kiri atas halaman.
  5. Pilih keping 1, buka, dan pahami sesuai petunjuk bermain.
  6. Cari jawaban yang sesuai di halaman kanan, lalu tutup jawaban tersebut dengan keping 1.
  7. Ulang langkah ini untuk 15 keping lainnya.
  8. Tutup Match-Frame dengan rapat lalu balikkan. Akan tampak seperti gambar 8.
  9. Cocokkan dengan pola jawaban yang ada di pojok kanan atas seperti di gambar 9.
  10. Setelah selesai, coba More to Do Activity-nya, yuk!

Salah satu teman Bunda nya Kiya Razka yang sempat menetap di Jerman malah mendapatkan berita dari anaknya, bahwa tes kesiapan masuk sekolah (oleh pemerintah disana) isinya seperti permainan di Fun Thinkers ini. Kiya sendiri pertama menjadi kenal dengan angka dan urutan angka disebabkan sering menyusun keping matchframe. Gak salah deh, Fun Thinkers bisa menjadi sarana bantu orangtua untuk memberikan pendidikan dirumah! Fun Thinkers sendiri cocok dimainkan sampai berusia 12 tahun.

 

Oh iya, permainan ini harus dilakukan oleh anak secara FUN ya, seperti namanya.. Kuncinya ada di pemilihan suasana dan dilakukan dengan program waktu yang tepat. Naah, ingin tahu lebih jelas tentang Fun Thinkers ini serta diskusi cocok/tips pendekatan (belajar) bermain bersama anak? Untuk lebih jelasnya boleh kontak ke sini (jika buka blog ini melalui ponsel) atau kontak melalui inbox dgn klik icon social media yang tersedia dari menu pojok kanan atas yaa. Dengan senang hati akan membantu!

#sharinghlwteam
#homeeducationKiyaRazka

Assalamualaikum Warahmatullah

🌸 Assalamuaikum Warahmatullah Wabarakatuh 🌸

Bismillahirahmanirrahim…
Setiap anak adalah anugerah, titipanNya.
Orang berkata, ” Surga ada di telapak kaki Ibu “.
Betapa ridha Allah ada di tiap ridha kita.
Berbakti kepada Allah, lalu berbaktilah kepada kita.

Surga, di telapak kaki kita…
Lalu, pernahkah terlintas kemana kaki kita ini melangkah, wahai Bunda?
Apa sudah melangkah menuju surgakah?

FB_IMG_1450905227239


Karena yang tak pernah putus adalah doa sang penyejuk mata dan hati kita,
disaat yang lainnya terhenti.. Disaat segalanya terputus…

Bukankah mereka yg nantinya akan menuntun kita tertatih menuju surgaNya?

(dalam ikhtiar meluruskan niat)

Steam Chicken Nuggets

Bahan
Daging ayam (fillet) cincang/ blender halus 200 gr (1 cup)
Garam secukupnya
Merica bubuk secukupnya
Mix herbs 2 sdt
Bawang putih 2 siung
Wortel (tambahan)

Langkah

  1. Geprek bawang putih lalu cincang halus
  2. Campur bumbu garam, merica bubuk, bawang putih, mixherbs
  3. Blender daging ayam fillet bersama campuran bumbu tsb
  4. Cincang wortel lalu masukkan kedalam adonan (*optional)
  5. Masukan daging ayam berbumbu yang telah tercampur kedalam wadah tahan panas. Lalu kukus selama 15-20 menit sampai dengan matang.
  6. Sajikan bersama sayuran kukus dan hidangan pokok lain sebagai pelengkap

Bisa dijadikan stok di kulkas atau diolah menjadi nugget goreng. Tinggal gulingkan ke kuning telur + tepung panir. Selamat mencoba.

Kuman, Keracunan, Alergi atau Intoleransi Makanan? -part1-


Kuman, Keracunan, Alergi atau Intoleransi Makanan? -part1-

Razka saat ini berusia 1 tahun 9 bulan, masih mempunyai alergi terhadap produk susu sapi dan turunannya. Alerginya berupa reaksi sistem kekebalan tubuh yang muncul tak berselang lama ketika dia mengkonsumsinya. Gejala alerginya berupa ruam kemerahan hingga bentol2 yang muncul bervariasi dari ringan hingga berat. Jika beruntung dia hanya akan mendapati ruam merah2 yang tak begitu gatal disekeliling mulut. Namun kadang, ruam itu bisa menyebar ke wajah,pelipis, mata (matanya memerah), kepala, belakang daun telinga, tubuhnya, hingga tangan dan kaki. Hanya saja, rentang waktu reaksi alergi muncul sampai hilang dapat dikatakan pendek, berangsur hilang tidak pernah sampai lebih dari 4 jam. Sedangkan bentol seperti digigit serangga/nyamuk muncul bila dia mengkonsumsi bahan yang tidak fresh, namun hal ini perlu observasi lanjut.

Sebenarnya banyak orang mengalami gejala alergi sebagai kombinasi makanan itu dimakan dan dicerna. Artinya ada yang reaksinya cepat (saat itu juga ketika dimakan) dan adapula yang beberapa saat kemudian (makanan dicerna). Sepertinya ini hal yang mendasari prinsip (aturan) waktu tunggu 2-3hr dalam pemberian bahan MPASI bayi. Jadi menu bahan baru yang akan dikenalkan pada bayi tidak diganti selama 2-3hr untuk mengetahui adanya respon alergi. Berkat ilmu inilah dulu Razka terpantau alergi terhadap dairy food, sejak waktu MPASI.

Alergi makanan timbul dari kepekaan terhadap senyawa kimia (protein) dalam makanan yang direspon oleh sistem kekebalan tubuh. Tubuh menciptakan antibodi untuk melawan penyakit spesifik (disebut imunoglobulin E atau IgE). Pada tubuh anak yang memiliki alergi seperti Razka, makan makanan alergen memicu pelepasan IgE antibodi dan bahan kimia lainnya, termasuk histamin (dalam upaya untuk mengusir protein “penyusup” dari tubuh). Histamin kimia yang kuat inilah yang dapat mempengaruhi sistem pernapasan, saluran pencernaan, kulit, atau sistem kardiovaskular.

Sebagai hasil dari respon ini, gejala alergi makanan terjadi. Gejala alergi tergantung pada tempat di dalam tubuh histamin dilepaskan. Jika pada Razka, terpantau selama ini histaminnya dilepaskan kepada kulit, jadi menimbulkan gatal dan ruam. Jika histamin dilepaskan dalam saluran pencernaan, mungkin anak akan merasa sakit perut, kram, atau diare. Nah ini yang jadi main fokus Bunda, karena hari ini Razka mengeluh (lagi) sakit perutnya, menahan sakit sampai bercucuran keringet, menjerit, merengek, serba salah posisi. Ini karena alergi, intoleransi, infeksi pencernaan krn kuman bakteri atau virus?

Powered by Journey Diary.

NHW#1 

​#Nice Home Work 1

Menuliskan jawaban sembari bertanya kepada diri sendiri. Menyadari begitu kontrasnya antara tuts keyboard dengan layar, ketika menatap ke halaman putih itu. Saya ini mau mengetik apa ya? (tutup muka, haha)
***
Jalan hidup ini begitu kontras, hitam putihnya. Apa yang sebetulnya saya inginkan dan apa yang saya lakukan setelahnya. Minat saya dulu ada pada petualangan, sama seperti jiwa yang terpancar pada mata seorang anak kecil yang penuh rasa keingin tahuan pada dunia. Favorit saya adalah discovery channel, tayangan sains sang ilmuan penjelajah yang menemukan hal baru didunia. Unik, indah, dan penuh misteri. Merencanakan, memanage, dan mengaplikasikan sesuatu hingga bermanfaat, itulah yang saya sukai. Berbekal pada keinginan terus untuk memuaskan dahaga ilmu, jadilah sangat banyak yang ingin saya kuasai. Tapi bagaimana dengan yang benar-benar ingin saya tekuni?

Sesungguhnya, saat mengerjakan NHW ini, saya berpikir sangat keras. Berusaha meraba-raba jauh ke dalam hati saya, memetakan apa saja yang sebetulnya saya ingin lakukan, mengingat-ingat pengalaman dan segala hal yang telah saya lakukan selama ini. 
**Adab menuntut ilmu.** 

Begitu banyak yang ingin saya dapatkan tapi seringkali saya lupa bahwa tentu tak semuanya akan dapat saya amalkan. Malah justru ilmu yang jikalau pun jumlahnya sedikitlah, yang bila diamalkan, justru yang akan bermanfaat dan membawa berkah. Kalimat ini saja sungguh sangat mencengangkan buat saya yang sangat suka belajar, segalanya ingin saya coba, hingga kadang kalah atau salah prioritasnya.  
Jika saat ini pertanyaannya adalah temukan jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan, maka saya harus mengeliminasi begitu banyak ketertarikan diri. Saat menjadi seorang istri dan ibu, saya tertarik dengan **ilmu yang dibutuhkan untuk mengantar keluarga ini memasuki surgaNya baik di dunia maupun akhirat.**

 Sungguh rasanya masih banyak yang harus saya pelajari, setapak demi setapak, untuk diamalkan dalam berkeluarga khususnya. Namun, ***menjadi ibu profesional***, butuh *fokus* pada apa yang dibutuhkan oleh diri dan keluarga pada saat sekarang dan *persiapan* untuk apa saja yang akan dibutuhkan kedepannya. 
Strategi itulah yang akan saya lalui dan lakukan untuk menjaga diri ini tetap berada di jalur yang –Bismillah– semoga tepat dan benar. Karena jika tidak, bisa saja saya yang seharusnya berada di jaman Bunda Sayang malah ingin segera jadi Bunda Produktif. Oh tidaaak..semoga saya tidak kehilangan arah. Hehehe..

Adalah sebuah tanggung jawab besar untuk menuntaskan ilmu yang dimiliki hingga dapat benar-benar diamalkan. Bersabar dalam melalui prosesnya, karena dengan ini pribadi saya pun tumbuh tak hanya untuk anak-anak dan pasangan, tapi untuk diri saya sendiri.  

Lalu upaya apa yang akan saya lakukan ?

Setahap demi setahap, seperti pepatah, mendidik anak adalah mendidik diri sendiri. Saat anak-anak butuh kasih sayang, tentunya saya harus menjadi orang yang penyayang, berempati, berjiwa besar. Saat anak-anak kita inginkan selamat dunia akhirat dengan menjadi orang shaleh, maka saya pun harus belajar bagaimana menyelamatkan diri saya sendiri berlandaskan AlQuran dan Hadist.
Sungguh Allah telah memberikan suatu profesi mulia kepada diri ini, menjadi seorang ibu, yang kerap masih selalu membuat saya berlinang air mata, memohon ampun disaat malam tiba, semoga saya terus dipantaskan dan diberi cahayaMu untuk menyandang gelar ini. Ibu.

#Jurnal Mingguan Serafine & Saverine

Sedikit cerita kegiatan Kiya Razka selama seminggu 😘

##Minggu ke-2 Januari 2016

#Kiya (2 tahun 4 bulan)

💝Adab

Adab menggunakan tangan kanan dripada kiri, masih terus diupayakan. Kiya dominan kiri, lebih lihai menggunakan perkakas (seperti sendok, pensil) di tangan kiri.

👬 Sains

Menyusun menara dari buku dengan berbagai variasi (dibantu), lalu menghancurkannya dan buku2 nya terjatuh kebawah. (Prinsip gravitasi sederhana)

🔉Bahasa

Kosakata terus bertambah, menyisipkan kata kata : seperti, ternyata, takut, berani, dsb. Mampu berkomunikasi secara verbal.

Mulai menyimak dan tertarik berkomunikasi dalam bahasa Inggris, menanyakan berbagai hal bahasa Inggrisny apa.

Menyebutkan beberapa warna dan beberapa binatang dlm bahasa Inggris.

💝 Kisah
Penciptaan dunia, manusia, malaikat, jin dan iblis. Kisah Nabi Adam, Habil dan Qabil.

📝Hafalan
Mengetahui dan mampu menyebutkan nama lengkap diri, bunda, ayah, adik, alamat komplek, kota, negara, agama, dan Tuhan.

Alhamdulillah telah dapat mengulang dan menyebutkan doa sebelum makan dan doa mau tidur. 🎉

PR bunda terus menambah hafalan lainnya. Next mengulang Al Fatihah.


#Razka (5 bulan)

Masih melancarkan guling guling 😂

Powered by Journey Diary.